Tahu tidak, aku ingin sekali menulis tentang kau
lagi. Tapi tak ada sepotong katapun yang melintas di kepala. Seandainya saja
aku bisa menggambarkanmu serupa awan-awan yang mengombak di angkasa, atau
serupa burung-burung yang hinggap di dahan randu sambil bernyanyi untuk
matahari. Tapi aku cuma menemukan sedikit kata-kata ini untuk menggambarkanmu:
langit yang biru,udara pagi yang harumnya menghangatkan
dan angin yang transparan namun terasa.
Itulah kau. Sesederhana itu.
Dan tahu tidak, semua orang yang membaca tulisanku tentang kau mencemaskanku. Mereka bertanya apakah aku baik-baik saja. Kau pasti sudah bisa menebak jawabanku kan? Kukatakan pada mereka aku senang.
Dan kau tidak akan pernah tahu aku memahamimu sedalam itu. Karena kusembunyikan rapat-rapat jantungku dari penglihatamu. Agar kau tak bisa melihatnya merona ketika aku sedang mendengarmu tertawa. Tawa gugup itu. Tawa bimbang. Tawa yang tertahan oleh berbagai macam perasaan yang tak dimengertinya sendiri.
Aku ingin mengatakan padamu tentang banyak hal, lebih dari sebelumnya. Tapi aku memenjara semuanya dalam benak. Biarlah hanya sang hati yang tahu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar