-->Hai,
Aku rindu padamu. Tiba-tiba saja mengalir seperti sungai yang banjir. Ini rindu
yang tak sama seperti dulu. Hanya ingin mengobrol denganmu. Tertawa, bergurau, menyela dan mengerjaimu. Kau terlalu ketinggalan zaman dengan keusilanku. Maka
aku ingin membayangkan mu lagi, tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala sambil
Berkata, "bisa-bisa.".
Aku teringat malam-malam yang kita lewati hingga terasa kantuk di sambungan
telpon. Kau dan candaan mu yang membuatku selalu ingin tertawa.
Jatuh cinta padamu membangkitkan segala puisi indah dalam jiwa. Aku menulis
beribu kata untukmu dan kau sesungguhnya tahu.
Ada kebohongan, ketidakjujuran, pengkhianatan persahabatan dalam cerita kita.
Ada tokoh-tokoh lain yang terlibat di dalamnya. Aku memutuskan menjauh.
Sejauh-jauhnya darimu. Menghilangkan seluruh jejakmu dari hatiku. Dan kau
benar-benar menghilang bagaikan sejarah yang terlupa. Ada namun tiada.
Malam ini, aku rindu padamu. Jangan kau salah paham dulu. Aku merindukanmu
sebagai teman dan pelindungku. Anggaplah bahwa jatuh cinta padamu hanya sebuah
insiden yang tak sepantasnya terjadi. Anggaplah bahwa aku hanya seorang gadis
tak tahu diri, yang seperti pungguk merindukan bulan.
Aku rindu padamu. Hanya itu. Hanya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar