yes, you are in my head,
but that doesn't make you here...
..............
but that doesn't make you here...
..............
Di sini, di kelas yang pengap ini. Di tengah kebisingan teman-teman ku, aku
merangkai lagi semua kenangan. Betapa sedihnya hanya bisa menggali-gali ingatan
yang tertinggal, yang terisolir berbagai kejadian. Kamu dan aku, dan segala
yang pernah dan belum terjadi.
Semua rencana yang tak terwujud, semua janji yang terlupakan, semua kata-kata
cinta yang diabadikan hanya untuk dibaca dan digarisbawahi tebal lalu
terabaikan.
Sesungguhnya aku tak pernah lupa. Tapi bagaimana denganmu?
Ini adalah hati ku yang sesak oleh peristiwa. Aku
menyusuri setiap jengkalnya dengan kakiku yang letih. Mencari tahu apakah
pernah ada jejakmu di salah satu persimpangan hati ku, atau masih adakah
tertinggal bhayangan semu di pikiran ku.
Tapi aku bukan Sherlock Holmes dan tak ada map untuk
bertanya jika perjalananku melenceng arahnya, atau bertanya betapa anehnya
kasusku. Tak ada seorangpun yang bisa kuajak berdiskusi tentang misteri
perasaanku padamu.
Kamu, yang tak pernah lelah berlari dalam kepalaku,
pernahkah terpikir olehmu bahwa aku membutuhkanmu untuk memastikan bahwa aku
tetap waras? Karena aku telah terlanjur hidup dalam pikiran orang-orang yang
menganggapku gila. Nyaris saja, nyaris saja aku mempercayainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar