Jumat, 16 Agustus 2013

*5256*



5256
Dear cupcakes,
as i wrote this to you,
and share this to everyone,
you want to know what's on my mind?

one thing,
the fact that : i miss you quite terribly,
and it will still be like that,
till someday, you and i, we, have the chance to do that,

and i will turn out missing you so badly and terribly,
the way that i can not resist,
in every single day,
and every single night.

i love you.

Rabu, 31 Juli 2013

Kabar Duka _-_




kenapa harus mendadak begini ya rabb. Kenapa di saat kami belom siap menghadapi nya, kau berikan kabar duka ini. Ya, sampai kapan pun mungkin kami gag bakalan pernah siap buat kehilangan orang yang kami sayang. Semoga kau tempatkan dia di sisi Mu. Jaga dia ya tuhan.

Berat buat melepas teman sekaligus adik yang selalu buat kangen,yang dari dulu selalu suka makan coklat cadburry,yang bisa buat orang ketawa hanya dengan melihat ketawa nya yang lepas itu. Padahal, kita belom hang out bareng loh. Janji mu buat datang ke ma'had juga belom terlaksana. tapi, jangan pikirkan itu. Aku sudah menganggapnya LUNAS.
Shock rasanya waktu denger kabar itu. Aku ngerasa kalo mereka cuma buat lelucon. tapi,memang begitulah kenyataannya.
Jadi, ceritanya jarak kita makin jauh aja ya. terpisahkan 2 alam yang berbeda, tapi kenangan, sifat, wajah, kebaikan, bakalan terekam dan tersimpan di dalam sini. Di benak kami, Anggi gak bakalan pernah hilang.
Serasa kemaren masih chatingan, lah sekarang malah dah pergi. Ajaib ya memang. Ya, ana cuma bisa titip doa Mudah-mudahan anggi pergi dalam keadaan khusnul khotimah. Salam sayang kami selalu untukmu di sana.

*Rest In Peace* Anggi Qurrata Ayuna Pohan

My duapuluh 4


Udah saatnya buat jujur. Kasian kamunya, selalu di bodohin. Jahat ya aku ? emang. Akunya aja emang ga nyadar, kalo jadi orang yang beruntung bisa kenal deket dan akhirnya, ENG-I-ENG #aku-kamu

udah aku bilang kan, kalo KITA gak bisa to be apart. tapi, kamunya aja maksa dan yakin kalo kita cocok satu sama lain, padahal kan gak. Gini kan jadinya, kamu yang baik dan orangnya sholeh terdzolimi #ceileh
tapi, jujur sakit loh waktu kita gag kayak dulu lagi. padahal kan aku gak ada feeling apapun sama kamu. Mungkin ngerasa kehilangan ajaya. Kehilangan sosok yang sering ngingetin sholat malam, sosok yang selalu nyuruh aku buat hapal qur'an. emang jempol la kalo inget dulu. Akunya yang cuma rajin ngerjain yang fardhu jadi semangat ngerjain yang sunnah. Aduh, rasanya mendung ni mata. Nginget kamu yang ngebosenin, nyebelin,ngerepotin, dan pastinya ngangenin dear.

Satu hal yang perlu kamu tau dan camkan. Kita gak kayak dulu lagi bukan karna DIA. Alasan utama cuma karna aku udah mulai dan finally i was bored to do this relantionship.Aku gak bisa ngejalanin hal yang buat aku selalu bosen. Jadi, jangan selalu bicara dengan memakai topik DIA.


 


Rabu, 19 Juni 2013

Suddenly I Miss You

-->

Aku merindukanmu sepanjang hari kemarin. Ketika kau sedang tidur. Ketika kau sedang menghabiskan malam bersama temanmu, dan aku sendirian.

Aku sudah bilang padamu akan tidur juga, tapi rindu mengalahkan kantuk. Aku terbiasa menghabiskan malam ku denganmu. Mengocehkan apa saja yang ada di benakku yang nyaris pepat. Kau selalu menanggapinya dengan tawa pelanmu yang kusukai itu. Kubayangkan kau mencoba menahan senyummu di sana, agar tak ada yang tahu kau sedang mengobrol denganku.

Merindukanmu adalah hal baru bagiku. Datang tiba-tiba. Menghantam telak jantungku yang dulu kusembunyikan darimu.

Sudah lama aku tidak merindukan siapa-siapa. Sejak begitu lama menjadi cangkang kosong seperti rumah siput yang ditinggalkan penghuninya. Rasa yang begitu nyata, yang kupikir tak akan pernah lagi ada.

Aku merindukanmu. Tiba-tiba. Sepanjang hari kemarin. Ketika aku tahu kau masih bersama temanmu. Kumatikan semua alat komunikasi itu. 'Ngantuk. Aku tidur. Log off.' #nomention

Rindu. Sedih. Sendiri.

Lalu kamu mengirim pesan. Aku tidur dengan senyum di wajah. Senang kau masih memperhatikan.

Hari ini rinduku masih. Karena kau pasti akan tidur lagi sepanjang hari.

Selasa, 11 Juni 2013

Rindu itu Kembali

-->Hai,

Aku rindu padamu. Tiba-tiba saja mengalir seperti sungai yang banjir. Ini rindu yang tak sama seperti dulu. Hanya ingin mengobrol denganmu. Tertawa, bergurau, menyela dan mengerjaimu. Kau terlalu ketinggalan zaman dengan keusilanku. Maka aku ingin membayangkan mu lagi, tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala sambil Berkata, "bisa-bisa.".

Aku teringat malam-malam yang kita lewati hingga terasa kantuk di sambungan telpon. Kau dan candaan mu yang membuatku selalu ingin tertawa.

Jatuh cinta padamu membangkitkan segala puisi indah dalam jiwa. Aku menulis beribu kata untukmu dan kau sesungguhnya tahu.
Ada kebohongan, ketidakjujuran, pengkhianatan persahabatan dalam cerita kita. Ada tokoh-tokoh lain yang terlibat di dalamnya. Aku memutuskan menjauh. Sejauh-jauhnya darimu. Menghilangkan seluruh jejakmu dari hatiku. Dan kau benar-benar menghilang bagaikan sejarah yang terlupa. Ada namun tiada.

Malam ini, aku rindu padamu. Jangan kau salah paham dulu. Aku merindukanmu sebagai teman dan pelindungku. Anggaplah bahwa jatuh cinta padamu hanya sebuah insiden yang tak sepantasnya terjadi. Anggaplah bahwa aku hanya seorang gadis tak tahu diri, yang seperti pungguk merindukan bulan.

Aku rindu padamu. Hanya itu. Hanya itu.