50 hari dan berhenti.Kurang lebih 2 minggu yang lalu saya merasa sekeliling saya runtuh. Eh...bukan ding yang benar adalah sebaliknya, saya yang runtuh dan sekeliling saya baik-baik saja. Menangis 1 em..2... malam tepatnya.
Patah hati. Hal yang paling membuat saya malas merasakannya. 50 hari bersama lalu berhenti. Sakiiiiiiiiiiiiit banget rasanya ya...sesak nafas, kayaknya semua cadangan oksigen di sekitar kita mendadak menipis. *oouch* #cukup melebay
Diawali dengan senyum bahagia, diakhiri dengan senyum bermimik muka sedih. Tak apalah yang penting sama-sama senyum sambil melepas tangan satu sama lain...Pweeh...dadaaaah.... :P
Begitulah kesepakatan kami. No more us. Mengakhirinya dengan indah justru
semakin menyulitkan proses penyembuhan. Seandainya penuh dengan rasa benci
pasti akan lebih mudah. Sayangnya, dia masih (pernah) jadi bagian terindah.
Saatnya kita menjadi aku dan kamu, bukan lagi kita. Sekarang semua
diatasnamakan kenangan yang dengan tegas aku menolak untuk melupakannya, tapi
mengenangnya. Jadi buat kamu yang di sana, jangan pernah paksa aku untuk
melupakannya ya. Karena pernah bersama kamu tidak pernah aku sesali sedikitpun.
Kamu pernah sangat membahagiakanku :).
Terimakasih untuk semuanya. Maaf jika kita harus menghentikan mimpi kita. Dan semoga mimpimu tetap teraih, begitupun mimpiku.
Tenang sayang, kamu akan tetap tersimpan manis di sini *nepok dada* :-)
Terimakasih untuk semuanya. Maaf jika kita harus menghentikan mimpi kita. Dan semoga mimpimu tetap teraih, begitupun mimpiku.
Tenang sayang, kamu akan tetap tersimpan manis di sini *nepok dada* :-)

